Monday, October 23, 2017

Wiranto: Parpol Tentukan Baik Buruknya Pemimpin Bangsa


Trims News - Menko Polhukam Wiranto mengatakan, partai politik mempunyai peran penting dalam menentukan baik atau buruknya kualitas pemimpin Indonesia ke depan. Hal ini ia utarakan saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Pilkada 2018.

Dari sumber Agen Poker Online, "Kutub yang paling ujung, untuk menentukan baik-buruknya pemimpin adalah partai politik," kata Wiranto di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Dia mencontohkan bagaimana, tanggung jawab partai politik untuk menyeleksi masyarakat calon pemimpin, merekrut, melatih. Yang kemudian dimasukkan dalam pertandingan tingkat daerah dan tingkat nasional.

Menurut Poker Online, partai politik selalu mempunyai polemik sendiri, yaitu antara keinginan partai politik yang ingin menang dengan kewajiban menampilkan calon pemimpin yang memiliki kompetensi sebagai pemimpin.

"Saya bisa bicara seperti itu karena saya mantan pimpinan partai politik. Dan pasti enggak usah dibantah, karena betul," ungkap mantan Ketua Umum Partai Hanura itu yang menimbulkan gelak tawa. Ujar Poker Online.

Dia mengungkapkan, partai terkadang memilih calon yang populis, daripada yang mempunyai kompetensi.

"Tetapi karena ada obsesi ingin menang, itu mengalahkan tugas untuk membangun, memilih pemimpin yang memiliki kompetensi. Kadang-kadang, iming-iming untuk ingin menang, kadang-kadang lebih mengutamakan tokoh yang populis ketimbang tokoh yang punya kompetensi yang baik. Nah, ini problem," jelas Wiranto.

Sunday, October 22, 2017

Indo Barometer: Jokowi dan Prabowo masih calon terkuat buat Pilpres 2019


Trims News - Direktur Indo Barometer M Qodari mengatakan sampai saat ini calon terkuat untuk Pemilihan Presiden 2019 adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, elektabilitas kedua sosok tersebut hingga kini masih berada di atas.

"Kalau bicara elektabilitas per hari ini masih mengerucut ke kedua nama, pak Jokowi dan Pak prabowo," kata Qodari di Bangi Kopi SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10).

Agen Poker Online melanjutkan, ada indikator yang membuat calon tersebut dapat maju di Pilpres 2019, yaitu punya partai politik dan elektabilitas figur.

"Sebetulnya ada dua indikator ya yang pertama punya partai atau tidak, yang kedua punya elektabilitas atau tidak. Kalau kita bicara siapa yang punya partai, ya kita lihat aja yang kemarin ikut pemilu kan, makin besar partainya makin berpeluang," tuturnya.

Untuk diketahui sebelumnya dari Poker Online, dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) awal September lalu, elektabilitas Joko Widodo unggul telak atas Prabowo Subianto. Jokowi meraup 38,9 persen, sementara Prabowo Subianto hanya 12 persen.

Lembaga survei Indikator merilis hasil survei terhadap elektabilitas sejumlah tokoh yang dianggap berpotensi maju sebagai capres di Pemilu 2019. Jokowi dan Prabowo masih di urutan teratas. Indikator melakukan survei dengan delapan nama kand idat capres. Responden hanya tinggal memilih saja pilihan yang disediakan oleh Indikator.


Hasilnya, Jokowi mendapat 54,6 persen, disusul Prabowo 24,8 persen, Anies Baswedan 3,1 persen, Agus 2,9 persen, Gatot 2,8 persen, Tito Karnavian 1,2 persen, Soekarwo 0,6 persen dan Sri Mulyani 0,4 persen. Sementara saat simulasi head to head seperti Pilpres 2014 lalu, Jokowi mendapatkan 58,9 persen suara responden. Sementara Prabowo mendapatkan 31,3 persen. 

Saturday, October 21, 2017

Versi Indikator, Anies Baswedan masuk empat besar capres 2019


Trims News -  Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa menjadi calon Presiden 2019. Sebab popularitas Anies bakal kian meningkat semenjak terpilih menjadi gubernur.

Sumber dari Agen Poker Online, "Yang paling utama adalah tingkat popularitas calon menentukan pilihan, orang enggak mungkin milih kalau enggak kenal. Nah tokoh-tokoh muslim yang sudah stand out sejauh ini itu baru Anies Baswedan karena dia mendapat kan berkah dari DKI Jakarta, Pilkada lokal dengan rasa nasional," papar Burhanuddin di Warung Solo usai diskusi 'Siapa Cawapres Jokowi 2019', Kemang, Jakarta Selatan, (20/10).

Dengan hal tersebut, lanjut Burhan, membuat nama Anies Baswedan masuk empat besar calon Presiden sesudah Joko Widodo, Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Itu yang membuat nama dia itu muncul sebagai top four empat peringkat Capres tertinggi, setelah Prabowo, Jokowi, SBY," ujarnya Poker Online.


Namun, pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Projo (Pro-Jokowi) Budi Arief Setiadi menilai bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi saingan terkuat sebagai lawan Jokowi seperti Pemilu 2014 lalu. "Prabowo serius karena punya partai, yang lain enggak punya. Makanya kami perhitungkan Pak Prabowo sebagai lawan serius," ujar Budi.

Budi melanjutkan, pihaknya menjadikan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta lalu sebagai pelajaran. Dia pun tak ingin kejadian serupa terulang pada Pemilihan Presiden 2019. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong untuk bekerja dan membuat strategi supaya publik dapat mempercayai Jokowi menjadi orang nomor 1 di Indonesia kembali. 

Friday, October 20, 2017

Jadi saksi sidang korupsi e-KTP, Setnov belum terima surat panggilan


Trims News -  Ketua DPR Setya Novanto diagendakan akan mengikuti sidang dengan terdakwa Andi Narogong dalam kasus pengadaan proyek e-KTP, hari ini (20/10). Namun, kuasa hukum Setnov, Freidrich Yunadi mengaku, belum mendapatkan surat dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terkait jadi saksi di ruang sidang.

"Saya belum tahu bisa hadir atau tidak karena surat panggilan JPU pun saya belum lihat," kata sumber dari Agen Poker Online Terpercaya, Jumat (20/10).

Yunadi juga mengatakan kliennya hari ini memiliki agenda yang padat. Salah satunya yaitu untuk memperingati HUT ke-53 Partai Golkar. "Setahu saya beliau besok jadwal di parlemen sangat padat juga ada HUT Golkar yg semuanya butuh kehadiran beliau selaku Ketum," ungkap dia.

Untuk diketahui, hari ini sidang dengan terdakwa Andi Narogong akan menghadirkan beberapa orang saksi, salah satunya Setya Novanto. Kemudian,Shin Chen Ho, Nurhadi Putra, Onny Hendro AdhiakSono, dan Drajat Wisnu Setyawan.


Ditemui terpisah Poker Online, sekitar pukul 07.40 WIB Setya Novanto hadir dalam rangkaian acara HUT-53 Partai Golkar di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan Dia hadir sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan sebagai pemimpin upacara.

Diketahui sebelumnya, dalam sidang e-KTP Setya Novanto pernah jadi terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Dalam kesaksiannya, kamis (6/4) lalu, Setnov mengaku kenal dengan Andi Narogong pada 2009 di sebuah restoran.

Wednesday, October 18, 2017

Jadi kader Gerindra, Ahmad Dhani bingung ikut Pileg atau cuma di DPP


Trims News -  Musisi Ahmad Dhani hadir dalam acara Konferensi Nasional dan Temu Kader Gerindra yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10). Dhani mengaku telah bergabung bersama Gerindra sejak pencalonannya sebagai wakil bupati Kabupaten Bekasi pada 2016 lalu.

Menurut Sumber dari Agen Poker Online Terpercaya, "Sebenarnya saya jadi kader semenjak 2016, waktu nyalon di Bekasi itu. Hari ini saya datang sebagai kader sekaligus menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dari DPP Gerindra. Kemarin (2016) kan KTA-nya dari DPC," ucap Dhani, Rabu (18/10/2017).

Dhani menambahkan, saat ini dirinya masih berpikir apakah akan maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang atau tidak. Sebab, menurut dia, membesarkan partai atau berada di belakang layar juga mengasyikkan.

"Mungkin ikut pileg, mungkin ga ikut. Hari ini saya sedang memikirkan antara hanya aktif di dalam DPP atau ikut di pileg. Karena kalau ikut di pileg otomatis pasti sibuk ngurusin rakyat. Kayak bang Anies," tutur dia  Poker Online.

Kabar dari Poker Online, Ahmad Dhani resmi bergabung ke Partai Gerindra menyebar setelah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengunggah foto dirinya berpose memberikan sebuah kartu kepada Ahmad Dhani lewat akun Twitternya. 

Demokrat Segera Umumkan Calon di Pilgub Jabar, Jateng dan Jatim


Trims News - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Agus Hermanto menegaskan, hingga saat ini partainya belum memutuskan nama untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Agus, sampai saat ini, Majelis Tinggi masih bersidang untuk memilih nama-nama yang akan diusungnya. Poker Online

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Agus Hermanto menegaskan, hingga saat ini partainya belum memutuskan nama untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Agus, sampai saat ini, Majelis Tinggi masih bersidang untuk memilih nama-nama yang akan diusungnya.

Bantu Maju

Sementara itu menurut Agen Poker Online, terkait namanya yang diusung akan maju, Agus tak membantah ataupun membenarkan.

"Kita tentunya baru isu semuanya dan tentunya kita tidak ada yang tahu dan kita semuanya juga masih dalam bahasan-bahasan di dalam Majelis Tinggi dan kelihatannya tidak ada tuh kalau ada nama saya," jelas Agus.

Tuesday, October 17, 2017

Waketum Gerindra sebut Jokowi dan Prabowo akrab sampai kapanpun


Trims News  - Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlihat berbincang akrab saat pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - Sandiaga Uno di Istana Negara, kemarin. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menuturkan, hubungan Prabowo dan Jokowi akrab sampai kapanpun.

Menurut sumber Agen Poker Online, "Pak Prabowo kan sudah mengumumkan selalu siap dipanggil setiap saat ke Istana apabila memang dibutuhkan. Dalam konteks untuk kepentingan nasional," kata Edhy di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (17/10).

Dari situ dia menegaskan bahwa Prabowo lebih mementingkan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi. "Jangan pernah menempatkan kepentingan pribadi atau perasaan atau ego pribadi kalau kita sudah bicara kepentingan nasional dan tujuan nasional," imbuh Agen Poker Online.

Untuk diketahui dari Poker Online, Prabowo Subianto hadir dalam pelantikan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10) kemarin. Seusai pelantikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Anies dan Sandiaga untuk melakukan ramah tamah.

Dalam ramah tamah tersebut, kejadian menarik itu terjadi. Saat itu, Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana mengundang pula Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ternyata, Ibu Negara mencolek mantan rival suaminya di Pilpres 2014, Prabowo untuk meminta foto bareng. Kejadian ini diungkap oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Suasananya sangat cair terutama Pak Jokowi, ada Pak JK dan menarik setelah itu ada Ibu Negara Hj Iriana colek Pak Prabowo minta foto bareng," cerita Sandi usai pelantikan.