AGEN POKER ONLINE - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham angkat bicara soal tudingan yang dilontarkan Ahmad Doli Kurnia yang menyebut Setya Novanto dan Idrus Marham nyaman bergelimang isu korupsi. Hal ini diutarakan Doli merespons pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya dari keanggotaan Partai Golkar.
Idrus mengatakan, ketua GMPG itu seharusnya berbicara sesuai aturan hukum yang ada. "Coba ditanya aja dia. Tanggapan kami adalah bahwa Golkar taat asas. Salah satu asas itu praduga tidak bersalah. Kecuali asas ini dihapus. Sepanjang asas itu ada, kita harus berpegang asas hukum praduga tidak bersalah. Siapaun tidak terlibat," kata Idrus di Gedung DPP Golkar, Angrek Neli, Jakarta Barat, Kamis (31/9).
Dia mengingatkan kepada Doli jika berbicara harus memiliki dasar, bukan hanya berdasarkan pada ambisi pribadi.
"Makannya kalau kita bicara harus ada dasarnya. Jangan hanya keinginan kita. Jangan hanya ada ambisi kita betul-betul taat asas," pungkas dia.
DPP Partai Golkar telah memecat Ahmad Doli Kurnia dari keanggotaan partai. Alasannya, Doli dinilai tidak taat aturan karena bertentangan dengan partai.
Doli pun angkat bicara. Mantan Ketua Umum KNPI itu mengaku hingga saat ini belum menerima surat atau pemberitahuan pemecatan dirinya dari DPP Golkar.
Doli menilai pemecatan tersebut adalah bentuk kesewenang-wenangan yang keliru dan merupakan kesalahan besar. Dia menilai kepemimpinan Golkar saat ini adalah yang paling buruk dalam sejarah partai berlambang beringin itu.
"Ternyata partai ini (Golkar) dikelola dengan kepemimpinan yang buruk seburuk-buruknya dalam sejarah Golkar. Sudah terindikasi korup, kemudian tidak ada rasa malu, tak bermoral, dan berlagak totaliter pula. Setyanovanto-Idrus Marham ternyata sangat nyaman bergelimang isu korupsi, takut dengan perbedaan, serta anti kritik dan dialog, main pecat pula," katanya dalam pesan WhatsApp kepada merdeka.com, Kamis.
Lebih lanjut Doli mengaku apa yang dilakukannya bersama GMPG adalah demi kebaikan dan keselamatan Partai Golkar yang sudah tercitrakan buruk dan negatif oleh kepemimpinan saat ini. Dia mengklaim apa yang dilakukannya bersama GMPG adalah menegakkan AD/ART dan keputusan tertinggi pada Munaslub.
"Jadi, dalam situasi seperti saat ini, saya menganggap hal ini biasa saja di dalam berjuang menegakkan kebenaran dan melawan kezaliman. Saya dan GMPG akan terus lanjut dengan agenda-agenda perjuangan kami. Kita akan buktikan siapa yang sesungguhnya cinta dan berbuat demi kebesaran dan kemajuan partai, dan siapa pula yang hanya berlindung serta memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," katanya.













































