Sunday, September 24, 2017

Sekjen PPP sebut ada kemungkinan anggota DPR ingin lemahkan KPK


AGEN POKER ONLINE  -  Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga anggota Panitia Khusus (Pansus) angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arsul Sani mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang ingin melemahkan KPK. Karena kata Arsul, tidak mungkin seluruh anggota DPR memiliki pendapat yang sama terkait KPK. 

"Di DPR ada 10 fraksi, tidak mungkin suaranya itu sama semua. Dan saya tidak ingin membantah, mungkin saja ada (anggota DPR) yang punya agenda untuk melemahkan KPK," kata Arsul dalam diskusi yang bertajuk 'KPK Isu, Fakta, dan Cerita', di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9).

Kendati demikian, dia membantah jika beberapa anggota itu terdapat dalam Panitia Khusus (Pansus) angket KPK. Anggota komisi III DPR ini juga menegaskan bahwa hal yang salah jika menganggap semua anggota DPR memiliki niatan untuk melemahkan KPK. 

"Kalau di pansus saya yakin tidak. Tapi yang salah itu menganggap semuanya (sama-sama ingin melemahkan KPK)," ujarnya. 

Selain itu, PPP, tegas Arsul menolak adanya pelemahan KPK. Mengingat saat ini pansus angket KPK sedang menyusun rekomendasi di akhir masa kerjanya. 

"Sudah mulai menyusun apa yang jadi rekomendasi. Saya menyampaikan posisi PPP kalau ada rekomendasi pansus yang menginginkan KPK ke depan hanya melakukan pencegahan posisinya seperti itu (tegas menolak)," pungkasnya.

Saturday, September 23, 2017

Momen Prabowo dan Jenderal Gatot Nurmantyo saling tatap muka


AGEN POKER ONLINE -  Mabes TNI menggelar acara silaturahmi keluarga besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9). Hadir sejumlah purnawirawan jenderal dan jenderal yang hingga kini masih aktif.

Menariknya, dalam momen ini adalah pertemuan antara mantan Pangkostrad yang juga Ketua umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Keduanya tengah menjadi buah bibir sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2019.

Foto Prabowo dan Gatot ini bahkan diunggah oleh Prabowo sendiri di akun Facebook pribadinya, Jumat (22/9). Prabowo terlihat tengah menjabat tangan mantan Panglima ABRI Tri Sutrisno. Namun, Prabowo tampak menantap Jenderal Gatot yang hanya berjarak satu meter di depannya.

"Menghadiri acara Silaturahmi Keluarga Besar TNI. Jaya selalu Tentara Nasional Indonesia karena TNI adalah Tentara rakyat, lahir dari rakyat dan harus selalu berjuang untuk rakyat," tulis Prabowo.


Unggahan foto Prabowo ini dibagikan oleh lebih dari 2.500 netizen serta dikomentari lebih dari 1.600 netizen. 

Dalam acara silaturahmi ini, hadir juga Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso serta Menko Polhukam Wiranto. 

Friday, September 22, 2017

Ditolak Jokowi, Fadli Zon sebut rapat konsultasi Pansus tak diperlukan


AGEN POKER ONLINE -  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengamini sikap Presiden Jokowi yang menolak permintaan Pansus Hak Angket KPK untuk berkonsultasi dengannya. Fadli menilai jika Presiden merasa tidak perlu adanya rapat konsultasi, maka Pansus Hak Angket KPK mematuhi keputusan itu. 

"Misalnya rapat konsultasi tapi rapat konsultasi tergantung pemerintah kalau pemerintah tidak perlu rapat ya tidak perlu," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/9).

"Karena kalau kira ajukan pun nanti yang jawab pemerintah presiden dalam hal ini, kalau mereka perlu melakukan rapat konsultasi tentu diagendakan," sambungnya. 

Meski telah mendapat penolakan dari Presiden, Pimpinan DPR akan tetap menggelar rapat untuk membahas permintaan Pansus Hak Angket KPK tersebut pada Senin (25/9). Fadli berujar, pimpinan DPR hanya menjalankan prosedur jika ada surat permintaan dari anggota. 

Surat permintaan rapat konsultasi dengan Presiden Jokowi itu akan dibahas di rapat pimpinan. Apabila dirasa perlu, surat tersebut akan dibahas lagi di rapat Badan Musyawarah (Bamus) sebelum diteruskan ke Presiden Jokowi. 

"Ya mekanisme tentu prosedurnya perlu ditempuh. Prosedurnya ditempuh karena itu sudah menjadi permintaan," ujar Fadli. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tidak ingin menanggapi permintaan Pansus Hak Angket KPK untuk menemui dirinya. Menurut Jokowi, kerja Pansus Hak angket KPK adalah domain DPR.

"Itu wilayahnya DPR, kasus itu wilayahnya DPR, semua harus tahu. Itu domainnya ada di DPR," tegas Jokowi usai membuka Indonesia Business & Development Expo di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/9). 

Thursday, September 21, 2017

Tanggapan Gus Ipul jika Khofifah Maju Pilgub Jatim


AGEN POKER ONLINE - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku tidak risau jika Khofifah Indar Parawansa memastikan diri ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018.

"Sama saja, tidak masalah. Saya anggap semua calon kuat dan ada survei itu penunjuk arah informasi awal untuk kandidat agar bisa melakukan sesuatu sesuai aspirasi masyarakat, selebihnya sama," kata Saifullah di Kediri, Kamis (21/9/2017).

Ia menilai, semua orang berhak maju di pemilihan kepala daerah. Namun, ia mengingatkan keinginan para ulama.

"Bu Khofifah menteri bagus bisa berbuat untuk Indonesia. Maunya kiai berbagi peran, tapi jika tidak bisa tidak masalah," ujar dia.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, saat ini timnya masih proses pematangan koalisi partai-partai. Siapa yang disepakati untuk menjadi calon wakil gubernur Jatim termasuk dalam pembahasan.

Gus Ipul menyerahkan sepenuhnya keputusan soal calon wakil gubernur Jatim ke partai. Ia berpendapat seluruh calon yang mengambil formulir calon wakil gubernur Jatim juga berkualitas dan berprestasi.

Ada lima calon yang telah mengambil formulir Wakil Gubernur Jatim di DPD PDIP Jatim. Mereka antara lain Bupati Ngawi Harsono yang akrab disapa Konang, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan politikus Suhandoyo.

"Tentunya dari partai (yang memutuskan) dan sampai sekarang saya belum ada pembicaraan seperti itu. Jadi, tidak bisa menentukan sendiri, banyak pertimbangannya," kata Gus Ipul.

Kader NU Tersebar Merata

Sementara itu, kiai sepuh NU, Anwar Iskandar, dikonfirmasi mengaku bangga semua kader NU sudah merata di berbagai tempat, misalnya legislatif dan eksekutif. Ia berharap semua peran itu dilaksanakan dengan baik.

"Kader ulama itu bertebaran di mana-mana dan saya berharap semua dijaga perannya, dilaksanakan dengan baik. Yang jadi menteri sampai selesai, ketua DPRD sampai selesai, wakil gubernur juga, itu semua pekerjaan mulia," ujarnya.

Ia bersama ulama lainnya berharap semua masyarakat ikut menjaga kondisi politik tetap santun dan damai. Menghadapi pilkada, para ulama akan terus berdoa untuk menjaga keutuhan warga NU.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang ikut pilkada serentak pada 2018. Sejumlah calon nama menguat untuk ikut bertarung di pilkada.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memastikan diri ikut pilkada. Sementara, nama lain yang santer adalah Ketua Umum DPP Muslimat yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Tuesday, September 19, 2017

Gerobak diangkut Satpol PP, ibu ini teriak 'rakyat belum merdeka'


AGEN POKER ONLINE - Satpol PP Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat menertibkan PKL yang berjualan di pinggir jalan atau yang lokasinya sangat dekat dengan badan jalan pada Selasa (19/9) pagi. Salah satu titik penertiban yaitu di Jalan Srikaya sekitar Stasiun Gondangdia.

Salah satu pedagang Sofia yang gerobaknya diangkut ke atas mobil oleh petugas sempat berteriak 'rakyat belum merdeka kalau kayak gini'. Pantauan merdeka.com, selain mengangkut gerobak kayu milik Sofia, petugas juga mengangkut motor roda tiga penjual pulsa yang parkir di pinggir jalan. 

Sofia mengatakan awalnya ia berjualan oli bajaj di sekitar stasiun. Namun sekitar setahun belakangan ia mulai berjualan nasi. 

Sebelum penertiban, ia mengaku belum pernah menerima surat peringatan dari pemerintah setempat. "Enggak dikasih peringatan, enggak apa tiba-tiba aja begini," ujarnya.

Alasan gerobaknya diangkut karena berjualan di pinggir jalan. Sepengetahuannya PKL hanya dilarang di atas trotoar dan saluran. Setelah gerobaknya diangkut ia tak bisa berjualan lagi sementara ia bingung kemana harus membawa lauk maupun sayur yang telah dimasak.

"Sedihlah mau usaha apa lagi saya gak punya ijazah," ujarnya. "Enggak tahu ini sekarang mau jualan di mana lagi. Ini makanan semua. Enggak mungkin sekarang habis. Harus nunggu sampai sore," sambungnya.

Monday, September 18, 2017

Wiranto: Raja dan Sultan Harus Turut Andil Perkuat Pancasila


AGEN POKER ONLINE - Menkopolhukam Wiranto turut mengisi materi di acara Musyawarah Raja-Raja se-Nusantara dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) XI di Cirebon, Jawa Barat, Minggu kemarin.

Pada kesempatan itu, Wiranto mengajak para raja se-Nusantara untuk mengambil bagian dari upaya memperkuat kembali pemahaman Pancasila sebagai idiologi negara. Dia mengakui, keberadaan raja dan sultan memiliki hubungan historis dengan negara Indonesia.

"Pemerintah sudah mulai melakukan langkah kuat dan serius dengan membentuk Unit Kerja Presiden untuk Pemantapan Pancasila," ujar Wiranto di Cirebon, Minggu 17 September 2017.

Dalam menjalankan peran memperkuat kembali ideologi Pancasila, dia mengaku ingin menyerap aspirasi dan menerima masukan dari para raja, keturunan raja dan sultan dari keraton se-Nusantara.

Aspirasi tersebut, kata dia, untuk dijadikan bahan pemerintah agar lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil terkait dengan keraton maupun kesultanan di Indonesia harus ada simbiosis mutualisma atau saling menguntungkan.

"Semua sepakat NKRI harus dipelihara, maka dari itu kami mencari cara untuk lebih memperkuat nilai ideologi Pancasila dengan menyerap aspirasi mereka," kata dia.

Dalam upaya menjaga keutuhan NKRI, Wiranto juga meminta para raja, sultan maupun pimpinan keraton se-Nusantara ikut mengambil bagian pada proses pembinaan bela negara. Simbiosis positif ini kita akan dapat membangun kerja sama, baik dalam menjaga stabilitas nasional, politik, keamanan dan ekonomi.

Dia meyakini, hingga saat ini keraton masih memiliki pengaruh di masyarakat.

"Dengan pengaruh itu saya ingin mengajak beliau-beliau untuk mengambil bagian dari bagaimana membumikan kembali perkuat kembali pemahaman Pancasila sebagai ideologi negara," pungkas Wiranto.

Cinta Tanah Air

Sebelumnya, Wiranto menegaskan, penerapan bela negara harus dengan cara witing tresno jalaran soko kulino, sebuah peribahasa Jawa yang berarti tumbuhnya cinta karena telah terbiasa. Hal itu dikaitkan dengan perasaan cinta dan bela Tanah Air yang dirasakan publik karena terbiasa.

"Di Indonesia diwujudkan dalam banyak slogan, naik becak, masuk restoran, taksi, semua ada slogan bela negara, seperti slogan 'Saya Pancasila'," ujar Wiranto di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Ia bercerita, sepulang dari Turki beberapa waktu lalu, ada nilai yang bisa dia petik. Turki berbatasan dengan Suriah, negara tempat bernaungnya ISIS, sebenarnya ingin membuat tembok pembatas. Namun, hal itu sulit dilakukan, sehingga Turki memilih untuk membuat 'tembok' di hati warganya.

"Bendera-bendera besar Turki dikibarkan di mana-mana, dan bisa dibilang rasio terorisme di Turki kecil, padahal negaranya berbatasan dengan Suriah," kata Wiranto.

Sunday, September 17, 2017

Prabowo akui mencontek model kaderisasi PKS, tetapi gagal


AGEN POKER ONLINE -  Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, membandingkan kualitas kadernya dengan partai sekutunya, Partai Keadilan Sejahtera. Dia mengaku mencontek model kaderisasi PKS, tetapi belum berhasil membikin anggotanya disiplin.

Saat berorasi di 'Aksi Bela Rohingya 169', digelar di depan monumen Patung Kuda, Jakarta Pusat, Prabowo merasa iri dengan PKS yang mempunyai kader militan.

"Terus saya tanya, 'gimana ya PKS kok bisa militan? Pak kaderisasinya di gunung-gunung pak. Pakai tenda.' Jadi saya nyontek kaderisasi dari PKS," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, dia lantas membikin model pelatihan kaderisasi dengan gaya PKS. Yakni di alam terbuka dan menginap di tenda.

"Tapi saya lihat, terutama ibu-ibu PKS, disiplin banget. Kader-kader saya, waduh, udah langsung ke warung itu. Tapi akan saya tegur," ujar Prabowo.