Wednesday, August 16, 2017

Fadli Zon gantikan Setnov pimpin rapat pembacaan nota keuangan 2018


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menggantikan Ketua DPR Setya Novanto dalam memimpin rapat paripurna DPR dengan agenda dengan agenda Pidato Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Fadli menyebut Setnov berhalangan hadir karena mendadak sakit. 

"Sebelum memulai rapat paripurna, perlu kami informasikan bahwa saudara ketua DPR RI pada sidang ketiga hari ini berhalangan hadir karena kurang sehat. Tadi sudah dua kali dalam sidang, hadir," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

Padahal sebelum absen, Setnov sebelumnya terlihat dalam agenda sidang MPR dan DPD-DPR RI sejak pagi-siang hari. Setnov dijadwalkan akan memimpin rapat paripurna DPR RI siang ini. 

Setelah menyampaikan alasan ketidakhadiran Setnov, Fadli memaparkan absensi serta agenda rapat paripurna DPR. Agenda pertama rapat paripurna, yakni pembukaan masa sidang DPR. 

"Daftar hadir 477 orang anggota dewan," terangnya. 

Sebelum sidang tahunan MPR-DPR-DPD RI, sejumlah pihak ramai mengkritik penetapan Setnov menjadi pimpinan sidang dan pembaca teks proklamasi dalam rangka HUT RI ke-72 di Istana Negara. Sebabnya karena Setnov telah berstatus tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. 

Tuesday, August 15, 2017

Johannes Marliem Tewas, Fahri Hamzah Minta KPK Setop Silat Lidah


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi pernyataan KPK yang memastikan bahwa penanganan perkara e-KTP tetap berjalan meski Johannes Marliem, saksi kunci kasus tersebut, telah tewas di Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat, 11 Agustus 2017. Namun begitu, dia mengaku heran terkait rencana tersebut.

"Tadi pagi saya baca, KPK bilang kasus e-KTP tidak akan terpengaruh karena meninggalnya Johannes Marliem. Nah bagaimana? Katanya saksi kunci, kok tidak terpengaruh?" ucap Fahri saat ditemui di Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Menurut dia, sebagai saksi kunci seharusnya Johannes Marliem semasa hidupnya mendapat perlindungan dari KPK secara maksimal. Sebab, keterangannya sangat dinantikan untuk pengembangan kasus korupsi e-KTP.

"Dibilangnya saksi kunci. Kita enggak pernah tahu itu saksi kunci sampai dia (Johannes Marliem) muncul di satu media, KPK mengatakan itu saksi kunci. Sehari-harinya kita enggak bahas Johannes Marliem kan sampai dia meninggal baru kemudian dia dibahas," ucapnya.

Fahri lantas menuding KPK memanfaatkan isu kematian Johannes untuk kepentingan menciptakan opini publik. KPK dinilai selalu mengambil isu-isu untuk kepentingan dalam menciptakan opini publik.

"KPK harus berhenti bersilat lidah. Jangan gunakan ruang publik ini untuk bermain opini. Stick saja pada hukum," ucap dia.

Fahri mengusulkan agar juru bicara KPK itu sebaiknya berasal dari penyidik. Hal ini agar keterangan yang dikeluarkan tidak membingungkan publik.

"Menurut saya, juru bicara KPK itu mestinya penyidik biar dia tahu tahapan-tahapan yang ada. Ini kan enggak. 'Kami memang sedang berusaha sangat keras. Kami sedang mengupayakan dan tentu akan sangat memperhatikan'. Gitu gitu terus. Capek kita. Ini bersilat lidah, jangan dong," tutur dia.

Juru bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya memastikan penanganan kasus e-KTP yang telah merugikan negara Rp 2,3 triliun akan tetap berjalan setelah kematian Johannes Marliem.

"Dalam konteks penanganan perkara proses penyidikan (kasus e-KTP) terus berjalan. KPK akan jalan terus dengan tersangka SN (Setya Novanto) atau MN (Markus Nari). Kita terus dalami bukti-bukti," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017.

Johannes Marliem diketahui meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Dari kabar yang beredar, Marliem tewas bunuh diri di kediamannya.

Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, yakni perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik. Johannes Marliem merupakan saksi penting untuk membongkar kasus korupsi e-KTP.

Pasalnya, Johannes memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri Ketua DPR Setyo Novanto. Rekaman itu disimpan oleh Marliem selama empat tahun.

Monday, August 14, 2017

Tanggapan PDIP saat Agus Yudhoyono bertemu Presiden Jokowi di Istana


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Kamis (10/8). Menyingkapi pertemuan tersebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyambut dengan positif. 

"Setiap pertemuan kita maknakan sebagai pertemuan yang positif. Apalagi Pak Agus Yudhoyono datang sebagai utusan dari Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai utusan, Bapak Jokowi sudah menerima dengan baik di Istana," kata Hasto, di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/8).

"Dan kemudian berdialog dengan baik menyampaikan dan menerima utusan dari bapak SBY tersebut, dan kemudian ada ruang kekeluargaan yang dibangun. Karena yang dikirim adalah anaknya Bapak Jokowi juga kemudian mempertemukan anak beliau untuk berdialog bersama," ujarnya. 

Menurut Hasto, terlalu cepat untuk menyimpulkan pertemuan tersebut sebagai suatu perubahan peta politik dari Partai Demokrat. "Dan tentu saja apakah ini perubahan sikap peta politik dari Partai Demokrat, masih terlalu dini untuk membahas hal tersebut," ungkapnya. 

Sebelumnya diketahui, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8). Mengenakan batik lengan panjang, Agus tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat ditanya maksud kedatangannya menemui Presiden, Agus menjelaskan untuk mengantarkan undangan menghadiri peluncuran The Yudhoyono Institute. Peluncuran akan digelar di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/8) malam.

Agus menjelaskan, selain mengundang ke acara tersebut, dia juga sekaligus meminta doa restu agar acara peluncuran berjalan tanpa hambatan. 

"Iya sekalian minta doa restu karena malam ini kan kita meresmikan Yudhoyono institute," kata Agus sebelum menemui Jokowi. 

Selain meminta doa dan restu, mantan calon gubernur DKI Jakarta ini juga sekaligus meminta wejangan ke Kepala Negara. "Sekaligus kita minta wejangan dari presiden," tutupnya.

Sunday, August 13, 2017

Djarot: Ragu dengan Pancasila, Silakan Pindah ke Negara Lain


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ideologi Pancasila adalah harga mati untuk bangsa Indonesia. Dia menegaskan, jika masih ada warga atau kelompok masyarakat yang ragu dengan ideologi Pancasila lebih baik pindah kewarganegaraan.

"Siapa pun yang meragukan dan tidak sesuai dengan ideologi Pancasila silakan pindah ke negara lain yang sesuai ideologinya," kata Djarot di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 12 Agustus 2017 malam.

Dia menambahkan, langkah pertama yang bisa dilakukan warga atau kelompok masyarakat yang tidak setuju dengan Pancasila bisa dengan mengembalikan kartu tanda penduduk (KTP).

"Dalam KTP kita ada Garuda Pancasila, kalau tidak sesuai ya kembalikan KTP-nya dan pindah ke negara lain," tegas Djarot.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga kebinekaan dalam semangat persatuan. Menurut dia, bangsa Indonesia bisa maju jika masyarakatnya saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya.

"Mari kita sambut bulan kemerdekaan dengan saling menjaga. Jangan saling menyalahkan, melecehkan satu sama lain. Ini adalah cita-cita para pendahulu bangsa," ujar Djarot

"Kemerdekaan tidak turun begitu saja dari langit tapi dari perjuangan tetesan darah, keringat, dan harapan," Djarot memungkasi.

Saturday, August 12, 2017

Megawati panggil Wali Kota Semarang ke Jakarta bahas Pilgub Jateng?


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Dalam dua hari ini, grup Whatsups (WA) wartawan Kota Semarang diramaikan dengan bocornya jadwal pribadi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang dipanggil oleh Ketua Umum DPP PDI P untuk mengikuti paparan program di Lenteng Agung, Jakarta.

Difoto bocoran jadwal pribadi yang secara tidak sengaja dikirim oleh seorang asisten Hendi panggilan akrab Wali Kota Semarang pada Minggu (13/8) mendatang sekira pukul 14.00 WIB melakukan kegiatan paparan di depan pengurus DPP PDIP.

Buru-buru Hendi langsung menjawab foto yang terpampang jelas dengan dilingkari spidol warna merah itu di grup WA wartawan Kota Semarang tersebut.

"Hahaha aya-aya wae ik, besok di DPP Cuma silaturahmi saja kok nggak agenda tentang Pilgub," jawab Hendi dalam pesan WA nya ke grup wartawan tersebut.

Hendi yang berupaya untuk dikonfirmasi melalui WA-nya juga tidak menjawab terkait pemanggilan Megawati ke Lenteng Agung untuk melakukan paparan tersebut.

Namun, Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jateng yang saat dikonfirmasi menyatakan bisa saja Hendi dipanggil kemudian diminta untuk melakukan pemaparan dihadapan pengurus DPP PDIP terkait dengan proses pencalonan nya di Pilgub Jateng 2018 mendatang.

"Bisa, Ya bisa. Bisa kok. Kita kan cuman salah satu tempat untuk pendaftaran. Masih ada tempat mendaftar di DPP, masih ada usulan dari cabang-cabang (DPC)," ujarnya.

Agustina yang juga Anggota DPR RI Fraksi PDI P ini meminta supaya kabar tersebut langsung ditanyakan kepada Wali Kota Semarang yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang usai kepulangan nya dari Lenteng Agung, Jakarta.

"Kita tidak boleh berandai-andai, besok kalau beliau pulang dari Jakarta sebaiknya ditanya," pintanya.

Agustina menyatakan dirinya sama sekali tidak mengetahui apakah pemanggilan Hendi oleh Megawati Soekarnoputri itu terkait dengan adanya. "Kita tidak terinfo itu mas. Tidak terinfo, saya mohon maaf," ujarnya.

Sementara politisi PDIP, Ganjar Pranowo yang pernah mendapatkan mandat Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju ke Pilgub 2013 lalu mengaku juga pernah secara mendadak dipanggil dan diminta untuk maju Pilgub.

Proses pemanggilan itu terjadi saat DPP PDIP melakukan proses seleksi saat tahapan penjaringan di DPP PDIP saat itu pada saat interview atau wawancara berlangsung.

"(Saat) Interview. Interview, nggak ada paparan khusus, waktu (proses) interview. Bukan paparan khusus," jelasnya.

Ganjar mengaku sama sekali tidak mengetahui bila Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara tiba-tiba dipanggil oleh Megawati Soekarnoputri untuk mengikuti proses seleksi atau penjaringan Cagub-cawagub di DPP PDI P.

"Oh nggak tahu saya malah. Nggak tahu. Oh nggak dulu nggak paparan,” pungkas Ganjar. 

Friday, August 11, 2017

Jika Ridwan Kamil maju lewat independen, NasDem tetap dukung


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan partainya tak masalah apabila Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memutuskan maju lewat jalur independen dalam Pilgub Jawa Barat. Bagi NasDem, yang terpenting, Ridwan Kamil bisa maju sebagai calon gubernur dan NasDem tetap akan memberikan dukungan. 

"Ya enggak ada masalah. Mau maju lewat independen pun kita masih tetap dukung. Jadi kita punya komitmen jelas," kata Irma saat dihubungi, Jumat (11/8). 

Menurut Irma, partainya telah melakukan antisipasi apabila benar nantinya Ridwan Kamil maju melalui jalur independen. Antisipasi itu siap membantu mengumpulkan KTP sebagai syarat pendaftaran. 

"Semua pasti dilakukan kalau ada orang yang berniat maju, pasti sudah dilakukan antisipasi-antisipasi seperti apa," ujarnya. 

Namun, anggota Komisi IX DPR ini mengatakan Ridwan Kamil berpikir realistis dalam Pilgub Jawa Barat. Apabila memang tak mampu meraup elektabilitas yang cukup, maka dia akan mengurungkan niatnya menjadi calon gubernur. 

"Saya juga melihat Ridwan Kamil enggak ngoyo-ngoyo amat. Dia juga berhitung. Dia orang yang berkaca diri. Kalau memang angkanya rendah dia juga enggak akan maju dong," ujarnya. 

Sampai saat ini, baru NasDem yang telah menyatakan akan mendukung Ridwan Kamil. Namun, partai besutan Surya Paloh itu tak bisa mengusung sendiri karena tak punya cukup suara sebagai syarat. NasDem hanya memiliki lima kursi di DPRD. Sementara, persyaratan minimal mengharuskan 20 kursi.

Thursday, August 10, 2017

Tunggu Sinyal, Khofifah Belum Pamit Jokowi Maju Pilkada Jatim


SENANGPOKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA - Menteri Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan melapor dan pamit kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengikuti pertarungan Pilkada Jatim 2018. Namun, hal itu masih menunggu hasil konsolidasi partai dan sinyal dari Presiden.

Meski demikian, kata dia, silahturahmi terus dijalin. Khofifah menyebut parpol pendukung sudah cukup untuk mengusungnya maju untuk memperebutkan kursi Jatim 1.

"Pada saatnya, kalau konsolidasinya sudah cukup matang, saya akan lapor Presiden. Sebelum ada sinyal dari Presiden, tentu saya akan maksimalkan kinerja Kemensos," kata Khofifah usai melakukan rapat di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Ia tidak menjelaskan secara detail tentang maksud sinyal dari Presiden Jokowi tersebut. Apakah itu terkait dengan reshuffle kabinet yang kabarnya telah santer. "Wong aku bilang, aku bakal melapor, kalau nanti konsolidasinya sudah relatif matang," ucap Khofifah.

Khofifah juga mengaku kaget terkait dengan pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Cak Imin, begitu sapaan Muhaimin, menyebut Nadhatul Ulama (NU) bisa terbelah jika diri Khofifah maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur.

Menurut dia, sebelum PKB berdiri, warga NU telah menyalurkan aspirasi politiknya melalui PPP. Namun setelah muncul PKB, mereka pun menyebar ke sejumlah partai. 

"Warga NU ada varian afiliasi. Ada warga NU di Golkar, Nusron Wahid. Di PDIP juga ada beberapa pengurus dari NU, di Nasdem ada. Jadi demokratisasi di NU itu berjalan sangat bagus selama ini," jelas Khofifah.

Karena itu, dia mengaku heran atas pemikiran Cak Imin yang kembali ke belakang. Ia mempertanyakan alasan munculnya pernyataan tersebut. "Jadi saya tidak tahu apa yang sebetulnya sedang terjadi," ucap Khofifah.

Dia pun memberikan nasihat kepada Cak Imin agar lebih fokus memajukan partainya. Bahkan terhadap calon yang didukung. Di mana, PKB akan mencalonkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Bahkan, dia meminta agar Muhaimin Iskandar tak mendikte Presiden Jokowi. Terlebih agar dirinya tetap berada di kursi menteri. "Masak iya sih, Mas Imin melakukan itu," ujar Khofifah.

Sowan Gus Solah

Jelang Pilkada Jatim, Khofifah mengaku selain rajin berkomunikasi dengan partai politik, juga aktif mengunjungi kediaman Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Silaturahmi tersebut untuk membicarakan hasil komunikasinya dengan parpol.

"Saya hampir rutin menyampaikan kepada Gus Sholah dan beliau mengkomunikasikan dengan beberapa kiai-kiai lainnya," kata Khofifah.

Dia akan mengambil sikap jika direkomendasikan atau memperoleh izin dari Gus Sholah dan para kiai. Khofifah akan melapor kepada Jokowi untuk mengungkapkan niatnya maju dalam Pilkada Jatim.

"Andai pun pada akhirnya, misalnya merekomendasikan, 'ya sudah Khofifah maju', baru saya akan lapor Presiden," jelas Khofifah.

Karena itu, sambil menunggu restu dari Gus Sholah dan para kiai. Dia akan tetap maksimalkan kinerja sebagai Menteri Sosial.

"Jadi sambil jalan, ada yang silahturahmi. Silahturahmi itu tidak selalu di Jakarta. Dari proses silahturahmi itu terkonfirmasi kemungkinan untuk 2018 di Jawa Timur. Jadi prosesnya seperti itu," tandas Khofifah.

Khofifah sebelumnya menyatakan siap maju dalam Pilkada Jawa Timur 2018. Ia mengaku sudah membangun komunikasi dengan para pimpinan parpol.

Dia menyebut seperti Ketua Umum Partai NasDem Surya paloh, Ketum Golkar Setya Novanto. Bahkan juga sudah dengan Ketum PAN Zulkfili Hasan.

Tak hanya itu, baru-baru ini, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, juga mengakui bahwa Khofifah merupakan kandidat kuat. Meski demikian, masih belum memutuskan.

"Itu salah satu calon yang saya kira direkomendasikan oleh DPD Jawa Timur Gerindra," tandas Fadli.